Dulu, skincare sering dianggap identik dengan perempuan.
Kalau ada pria membeli facial wash, serum, atau sunscreen, masih ada anggapan bahwa skincare bukan sesuatu yang "lazim" untuk mereka.
Tapi kalau melihat kondisi sekarang, rasanya pandangan itu mulai berubah.
Semakin banyak pria yang mulai sadar pentingnya merawat kulit. Bukan karena ingin mengikuti tren, tetapi karena mereka ingin menjaga kesehatan kulit, tampil lebih percaya diri saat bekerja, hingga melindungi kulit dari paparan sinar matahari saat beraktivitas.
Perubahan ini juga terlihat dari pertumbuhan pasar men's grooming di Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025 saja, segmen ini mencatat pertumbuhan sekitar 10%, menunjukkan bahwa minat pria terhadap produk perawatan diri semakin besar.
Lalu, kalau konsumennya mulai berubah...
Apakah ini juga menjadi peluang baru bagi brand skincare?
Skincare Sudah Bukan Lagi Milik Perempuan

Kalau diperhatikan, produk skincare yang digunakan pria sebenarnya tidak jauh berbeda.
Mereka juga memakai facial wash.
Menggunakan sunscreen sebelum beraktivitas.
Memakai serum saat ingin mengatasi kulit kusam atau bekas jerawat.
Dan mulai memperhatikan ingredients seperti Niacinamide, Ceramide, maupun Hyaluronic Acid.
Yang berubah sebenarnya bukan produknya.
Yang berubah adalah kesadaran mereka untuk mulai merawat kulit.

Bahkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak pria Indonesia memiliki niat membeli dan menggunakan skincare karena dipengaruhi oleh meningkatnya pengetahuan, perubahan gaya hidup, dan pandangan bahwa merawat kulit merupakan bagian dari perawatan diri, bukan lagi sekadar urusan penampilan.
Artinya, pasar skincare hari ini tidak lagi hanya berbicara tentang perempuan.
Pria pun mulai menjadi bagian dari pertumbuhan industri ini.
Peluang Baru untuk Brand Skincare

Bagi seseorang yang ingin membangun brand skincare, perubahan ini tentu menarik untuk diperhatikan.
Karena ketika pasar berkembang, target konsumennya juga ikut berkembang.
Bukan berarti kamu harus langsung membuat brand khusus pria.
Tetapi setidaknya, mulai mempertimbangkan bahwa produk yang kamu buat bisa saja digunakan oleh lebih banyak orang daripada yang selama ini kamu bayangkan.
Misalnya dengan memilih desain kemasan yang lebih universal.
Menggunakan komunikasi yang lebih inklusif.
Atau menghadirkan produk yang fokus pada kebutuhan kulit, bukan pada label "untuk pria" atau "untuk wanita".
Karena pada akhirnya, kulit tetaplah kulit.
Yang membedakan adalah kebutuhan setiap orang, bukan jenis kelaminnya.
Jadi, kalau peluang pasar skincare semakin luas, apakah brand yang ingin kamu bangun juga siap menjangkau lebih banyak konsumen?
Bangun Brand Skincare Versi Kamu Bareng Ziecall Labs Industries

Industri skincare terus berkembang, begitu juga dengan kebutuhan konsumennya. Memahami perubahan perilaku pasar menjadi salah satu langkah penting sebelum menentukan konsep produk yang ingin kamu bangun.
Di Ziecall Labs Industries, kamu bisa berdiskusi mulai dari menentukan target market, menyusun konsep produk, memilih ingredients, hingga mengembangkan formula yang sesuai dengan karakter brand yang ingin kamu hadirkan.
Karena brand skincare yang baik bukan hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami ke mana arah konsumennya berkembang.
Ziecall Labs Industries – Partner Your Beauty
